Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Kembali Menguat, Sentuh Rp3.552,39 per Kg

Posted on

Beritariau.com, Pekanbaru – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra swadaya di Riau kembali mengalami kenaikan untuk periode 4–10 Maret 2026. Kenaikan ini menjadi angin segar bagi pekebun setelah tren positif harga minyak sawit mentah (CPO) dan kernel di pasar.

Penetapan harga dilakukan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau dalam rapat yang dipimpin Kabid Pengolahan dan Pemasaran, Defris Hatmaja, Selasa (3/3/2026).

Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok tanaman umur 9 tahun sebesar Rp55,13/Kg atau naik 1,58 persen dibanding periode sebelumnya. Dengan demikian, harga TBS untuk umur 9 tahun ditetapkan menjadi Rp3.552,39 per kilogram.

Penetapan harga ini mengacu pada Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Permentan Nomor 13 Tahun 2024 serta Keputusan Dirjenbun Nomor 144 Tahun 2025 tentang pedoman pembelian TBS produksi pekebun mitra.

Faktor Pendorong Kenaikan

Kenaikan harga TBS dipengaruhi oleh menguatnya harga jual CPO dan kernel: – Harga rata-rata CPO KPBN: Rp14.235,00/Kg (naik Rp210,80) – Harga kernel KPBN: Rp13.883,00/Kg (naik Rp262,32)

Indeks K periode ini tercatat sebesar 92,66 persen, dengan harga cangkang Rp22,60/Kg dan BOTL sebesar 0,49 persen.

Salah satu perusahaan, PT INECDA, juga mencatat kenaikan harga CPO dari Rp13.995,00 menjadi Rp14.270,00. Sementara harga kernel melonjak dari Rp13.665,00 menjadi Rp14.725,00.

Daftar Harga TBS Kemitraan Swadaya Riau (Periode 4–10 Maret 2026) Umur 3 tahun: Rp2.754,08/Kg Umur 4 tahun: Rp3.069,35/Kg Umur 5 tahun: Rp3.291,63/Kg Umur 6 tahun: Rp3.417,74/Kg Umur 7 tahun: Rp3.495,04/Kg Umur 8 tahun: Rp3.537,09/Kg Umur 9 tahun: Rp3.552,39/Kg Umur 10–20 tahun: Rp3.516,64/Kg Umur 21 tahun: Rp3.458,62/Kg Umur 22 tahun: Rp3.391,46/Kg Umur 23 tahun: Rp3.315,09/Kg Umur 24 tahun: Rp3.257,17/Kg Umur 25 tahun: Rp3.209,76/Kg Umur 26 tahun: Rp3.192,65/Kg Umur 27 tahun: Rp3.166,30/Kg Umur 28 tahun: Rp3.116,25/Kg Umur 29 tahun: Rp3.079,39/Kg Umur 30 tahun: Rp2.995,15/Kg

Kenaikan ini diharapkan dapat memperkuat pendapatan pekebun swadaya di tengah dinamika harga komoditas global. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *