Beritariau.com – Seorang gadis asal Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Riau, dilaporkan dalam kondisi kritis di Kamboja setelah diduga menjadi korban penipuan berkedok tawaran kerja. Kabar tersebut viral di media sosial dan memicu keprihatinan publik.
Korban, Susi Yanti Br Sinaga (22), berangkat pada 12 Desember 2025 bersama seorang kenalannya berinisial BS. Awalnya ia dijanjikan pekerjaan di Malaysia. Namun, sesampainya di luar negeri, ia justru dibawa ke Kamboja dan diduga dipaksa bekerja di sektor industri daring yang terindikasi praktik penipuan (scammer).
Belakangan, kondisi kesehatan Susi memburuk hingga harus dirawat di salah satu rumah sakit di Phnom Penh, Kamboja. Keluarga mengaku diminta menanggung biaya pengobatan yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah. Bahkan beredar kabar ancaman bahwa korban akan disuntik mati jika biaya tidak dibayarkan—klaim yang kini masih menunggu klarifikasi resmi.
Dalam foto yang beredar, Susi terlihat terbaring lemah dengan selang medis terpasang di hidung dan mulut saat melakukan panggilan video dengan keluarganya.
Pihak keluarga telah melapor ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh serta Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Riau.
Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, membenarkan laporan tersebut dan menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinan pusat serta perwakilan RI di Kamboja untuk memastikan kondisi korban.
Saat ini, perwakilan RI tengah melakukan pengecekan langsung ke rumah sakit tempat Susi dirawat. Keluarga berharap pemerintah dapat segera memulangkan korban dalam keadaan selamat.
Kasus ini kembali menjadi pengingat serius tentang maraknya modus penipuan kerja ke luar negeri yang menjerat anak muda dengan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi. (*)



