Edi Basri Tegaskan Kesiapan Hadapi Musprov KONI Riau, Target Digelar Paling Lambat 31 Maret

Posted on

PEKANBARU – Kandidat Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau, Edi Basri, menggelar buka puasa bersama dan silaturahmi dengan insan olahraga di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri pengurus KONI kabupaten/kota se-Riau, Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), para pengurus cabang olahraga (cabor), serta sejumlah tokoh dan mantan pengurus KONI.

Tampak hadir mantan bupati Kampar Burhanuddin, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Riau, Ginda Burmama serta beberapa anggota fraksi dari PDIP, PAN, NasDem dan lainnya. Turut hadir anggota DPR RI Komisi XII Muhammad Rohid yang mewakili Ketua DPD Gerindra Riau.

Dalam kesempatan itu, Edi Basri menegaskan kesiapannya menghadapi Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Riau yang ditargetkan digelar paling lambat 31 Maret 2026.

Ia menyebut tidak ada persiapan khusus menjelang Musprov. Menurutnya, yang paling penting adalah kesiapan mental dan semangat untuk mengabdi bagi olahraga Riau.

“Persiapannya tidak ada yang istimewa. Bagi kita yang perlu disiapkan adalah semangat dan mentalitas untuk berjuang, mengabdi untuk olahraga Provinsi Riau. Itu saja,” ujarnya usai berbuka puasa.

Menurut Edi, dinamika yang muncul menjelang Musprov merupakan hal biasa dalam organisasi. Apalagi, dukungan dari cabang olahraga dan jajaran KONI disebut terus mengalir.

“Bagi kita ini dinamika biasa saja. Dengan semangat dukungan dari kawan-kawan cabor dan KONI, saya kira tidak ada lagi yang harus dipersiapkan. Insya Allah semuanya sudah matang,” katanya optimistis.

Target 31 Maret Sesuai Instruksi Pusat

Terkait isu penundaan Musprov, Edi menegaskan hal itu merupakan kewenangan KONI Pusat. Namun berdasarkan koordinasi terakhir dengan Sekretaris Jenderal KONI Pusat, pelaksanaan Musprov diminta tuntas paling lambat 31 Maret.

“Tadi siang saya koordinasi dengan Pak Sekjen. Surat sudah disampaikan kepada KONI Provinsi Riau sebagai acuan dan pedoman untuk melaksanakan tahapan, mulai dari penetapan TPP sampai Musprov. Paling lambat 31 Maret harus sudah dilaksanakan,” jelasnya.

Ia menegaskan, jika hingga batas waktu tersebut Musprov belum digelar, maka hal itu dapat dinilai sebagai pengabaian terhadap instruksi KONI Pusat.

“Artinya sampai 31 Maret Musprov harus sudah terlaksana. Kalau tidak, berarti mengabaikan perintah dan instruksi pusat,” tegasnya.

TPP Bersifat Final dan Independen

Menanggapi adanya klaim dukungan dari pihak lain, termasuk isu dukungan sembilan KONI kabupaten/kota, Edi menegaskan seluruh proses telah melalui TPP yang bersifat independen.

“TPP itu lembaga independen yang dibentuk oleh Musprov sebelumnya. Keputusan TPP itu final. Tidak ada bandingnya, tidak ada mekanisme evaluasi lagi. Dia kolektif dan kolegial,” ujarnya.

Ia membandingkan dengan mekanisme pemilu yang memiliki jalur banding dan kode etik seperti di KPU. Sementara dalam struktur TPP KONI, tidak terdapat mekanisme serupa.

“Kalau KPU ada bandingnya, ada kode etiknya. Kalau TPP ini tidak ada. Jadi keputusan itu final,” katanya.

Menurutnya, penilaian negatif terhadap hasil TPP lebih bersifat emosional dan seharusnya tidak berlarut-larut.

“Kalau orang kalah, biasanya ada luapan emosional, itu biasa. Tapi jangan berlanjut. Integritas intelektual itu tunduk pada kebenaran, bukan mencari pembenaran,” tegasnya.

Tegaskan Soliditas dan Semangat Perubahan

Edi juga membantah isu perpecahan di internal pendukungnya. Menurutnya, soliditas tetap terjaga dan justru menguat dengan semangat perubahan dari mayoritas cabang olahraga di Riau.

“Saya yakin solid. Kalau bisa digoyang dari awal, tentu sudah goyang. Tapi faktanya tidak,” ujarnya.

Ia menyebut membawa semangat perubahan dari sekitar 80 cabang olahraga di Riau yang menginginkan pembaruan dalam tata kelola organisasi.

“Ini bukan perusahaan terbatas. KONI ini milik rakyat Riau. Kita ingin perubahan untuk kemajuan olahraga Riau ke depan,” katanya.

Menutup pernyataannya, Edi berharap seluruh pihak dapat memberikan contoh yang baik bagi generasi muda dan menjaga integritas dalam berorganisasi.

“Organisasi ini jangan untuk kepentingan pribadi. Berikan contoh terbaik untuk generasi ke depan,” pungkasnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *