Selamatkan Demokrasi Olahraga Riau, Syarat Dukungan Calon Ketua KONI Diminta Kembali 25 Persen

Posted on

PEKANBARU – Dinamika persaingan menjelang pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau semakin menghangat. Tokoh olahraga Riau sekaligus Mantan Bupati Kampar, Burhanudin Husin, menyoroti pentingnya perbaikan mekanisme pencalonan agar iklim demokrasi di tubuh organisasi tersebut tetap sehat dan terbuka.

Harapan tersebut disampaikannya dalam acara buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh calon Ketua KONI Riau, Edy Basri di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Selasa (3/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Burhanudin mendesak agar persyaratan pencalonan dikembalikan ke aturan awal, yakni mewajibkan setiap kandidat mengantongi dukungan minimal 25 persen dari total pengurus daerah dan cabang olahraga.

Langkah ini dinilai krusial untuk membendung taktik memborong suara yang berisiko mematikan ruang kompetisi secara adil.

“Kita tidak ingin praktik borong KONI kabupaten dan kota se-Riau terulang terus ke depan. Kita ingin olahraga di Riau maju dengan memilih Ketua KONI yang benar-benar punya niat membangun, bukan sekadar mengumpulkan dukungan,” tegas Burhanudin di hadapan para pengurus cabang olahraga dan perwakilan daerah yang hadir.

Penyetaraan bobot suara antara pengurus tingkat kabupaten/kota dan cabang olahraga diyakini akan memperkecil celah terjadinya aklamasi. Jika syarat minimal pendaftaran ditetapkan sebesar 25 persen, seorang kandidat praktis harus menguasai setidaknya 80 persen suara jika ingin melenggang mulus tanpa lawan.

“Kalau aturannya 25 persen untuk mendaftar, maka untuk bisa aklamasi harus menguasai hampir seluruh dukungan. Itu tentu sangat sulit, bahkan bisa dibilang mustahil. Dengan begitu, pemilihan akan berlangsung lebih kompetitif dan adil,” urainya merincikan gambaran persaingan bursa pencalonan.

Semangat pembenahan tata kelola keorganisasian ini diharapkan menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan demi mendongkrak muruah olahraga di Bumi Lancang Kuning.

“Yang kita kejar bukan sekadar siapa yang menang, tapi bagaimana olahraga Riau bisa tumbuh sehat, profesional, dan berprestasi,” pungkasnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *