Sahur Bareng Ribuan Ojol, Pemkot Pekanbaru Dengar Langsung Keluhan Retribusi Parkir

Posted on

PEKANBARU – Ribuan pengemudi ojek daring dari berbagai aplikator mengubah pelataran Purna MTQ menjadi lautan manusia saat agenda makan sahur bersama jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru. Momen yang diklaim sebagai rekor perkumpulan ojek daring terbesar di Indonesia ini justru menjadi panggung bagi para pejuang jalanan untuk menyuarakan kerasnya realitas lapangan, terutama terkait beban retribusi parkir yang memotong pendapatan harian mereka.

Kehadiran lebih dari dua ribu mitra pengemudi lintas agama dari Grab, Gojek, Maxim, hingga Shopeefood tersebut menyita perhatian publik, Ahad (1/3/2026) dini hari. Pertemuan massal ini bermula dari sebuah interaksi sederhana di media sosial yang dilontarkan oleh perwakilan pengemudi, Ratih.

“Awalnya saya comment di IG Wali Kota ini. Saya bilang, ayo ajak kami jalan-jalan biar kami bisa curhat. Eh tak taunya direspon cepat dan jadilah hari ini kita kumpul. Memang wako kita ini gercep,” urai Ratih saat menceritakan awal mula terselenggaranya konvoi tersebut.

Sebagai garda terdepan yang menghabiskan sepertiga waktunya di atas aspal kota, Ratih tidak menampik adanya dampak positif dari perbaikan sejumlah ruas jalan yang dikebut oleh pemerintah daerah. Infrastruktur yang memadai diakui berhasil menekan biaya perawatan peredam kejut atau shockbreaker kendaraan bermotor mereka, sekaligus memangkas durasi pengantaran pesanan ke tangan konsumen.

Meski demikian, apresiasi tersebut langsung diiringi dengan tuntutan nyata terkait regulasi di lapangan. Kelompok pekerja sektor informal ini merasa amat terbebani jika harus terus-menerus ditarik biaya parkir oleh juru parkir hanya untuk singgah sebentar mengambil pesanan makanan atau menjemput pelanggan.

“Jalan yang diperbaiki ini sangat berarti buat kami. Shockbreaker rusak dan pengantaran kami cepat. Tapi ada satu lagi, soal parkir ini kalau bisa ketika kami kerja jemput pesanan ada keringanan,” tegas perempuan yang kerap disapa bunda oleh sesama rekan seprofesinya itu.

Keluhan berani dari akar rumput ini didengarkan langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, SE MM yang malam itu hadir didampingi Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, ST MArch serta jajaran kepolisian dari Polresta Pekanbaru. Di hadapan ribuan peserta konvoi, pihak eksekutif menyatakan bahwa tata kota ini bukan hanya milik mereka yang duduk manis di ruang perkantoran berpendingin, melainkan juga ruang hidup yang setara bagi para pekerja harian lepas.

“Awalnya seribu, terus kita tambah 500, tapi yang datang ini adalah sampai dua ribuan. Insyaallah semua akan dapat THR itu. Selain itu, Pemko juga akan membangun 1.000 titik wifi gratis, dan nanti kita pasang juga di basecamp. Saya berdiri di sini minta tolong juga, tolong jaga Pekanbaru ini sama-sama,” papar Agung merespons aspirasi warganya.

Dalam balutan agenda Sahur On The Road tersebut, pemerintah daerah membagikan dana bantuan sosial yang bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) senilai Rp200 ribu untuk masing-masing pengemudi yang hadir. Rangkaian kegiatan curah pendapat itu juga diwarnai dengan pengundian lima unit sepeda motor baru, yang salah satunya merupakan serapan dana tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Riau Kepri Syariah.

Bukan hanya dukungan finansial dari pemerintah kota, jajaran kepolisian yang turut mengawal keamanan kegiatan ini juga turun tangan membagikan helm pelindung keselamatan dan bibit pohon sebagai bentuk kampanye kepatuhan lalu lintas dan pelestarian lingkungan. Keriuhan ribuan kendaraan roda dua itu kemudian bergerak menyusuri jalanan protokol dalam sebuah konvoi damai, sebelum akhirnya menepi dan ditutup dengan pelaksanaan ibadah salat subuh berjemaah di Masjid Agung An Nur Provinsi Riau.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *