JAKARTA – Konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran berimbas langsung pada dunia penerbangan Tanah Air. Penutupan ruang udara secara mendadak di kawasan semenanjung Arab memaksa sejumlah maskapai asing maupun nasional membatalkan jadwal terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Pgs Asst Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno Hatta, Aziz Fahmi Harahap merinci ada banyak jadwal keberangkatan yang terdampak krisis geopolitik tersebut. Maskapai yang mengalami penundaan dan pembatalan antara lain Etihad Airways tujuan Abu Dhabi, Qatar Airways tujuan Doha, Emirates tujuan Dubai, hingga Garuda Indonesia tujuan Doha.
“Untuk penerbangan kedatangan, tercatat penerbangan Etihad Airways EY 472 rute Abu Dhabi-Jakarta dan Qatar Airways QR 954 rute Doha-Jakarta berstatus cancel,” paparnya, Minggu (1/3/2026).
PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports selaku pengelola bandara langsung mengambil langkah cepat untuk mengurai potensi penumpukan penumpang yang telanjur tiba di terminal. Proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi segera dilakukan, diiringi pengaturan ulang jadwal terbang maupun akomodasi bersama perwakilan maskapai.
“Secara umum, situasi di terminal tetap dalam kondisi aman dan kondusif,” jelasnya.
Meski rute menuju kawasan rawan konflik lumpuh, kegiatan pelayanan untuk penerbangan internasional lainnya dipastikan tetap berjalan normal tanpa hambatan. Manajemen bandara terus menjaga standar keamanan berlapis di tengah situasi global yang tidak menentu.
“Koordinasi intensif senantiasa dilakukan dengan maskapai penerbangan, otoritas bandara, serta instansi terkait lainnya guna mengantisipasi berbagai kemungkinan dinamika operasional,” urainya.
Masyarakat yang memiliki tiket perjalanan menuju negara-negara Timur Tengah diingatkan agar tidak terburu-buru datang ke terminal. Penumpang diminta secara proaktif memantau perkembangan status keberangkatan melalui layanan pelanggan atau situs resmi masing-masing maskapai.
“Sejalan itu, kami juga terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan operasional di seluruh terminal, khususnya pada layanan penerbangan internasional, agar setiap potensi kendala dapat direspons secara cepat dan tepat,” tutupnya.***



